Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh ampunan ini bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperbaiki hati. Di antara impian terbesar banyak Muslim adalah bisa menjalankan umrah di bulan Ramadan sekaligus menikmati ibadah i’tikaf pada 10 malam terakhir di Masjidil Haram.
Bagi banyak orang, perjalanan ini bukan sekadar wisata religi. Ada kerinduan mendalam untuk merasakan suasana Ramadan langsung di Tanah Suci. Mendengar azan berkumandang dari pelataran Ka’bah, berbuka puasa bersama ribuan jamaah dari berbagai negara, hingga menghidupkan malam dengan salat dan doa menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.
Keutamaan Umrah di Bulan Ramadan
Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan bahwa umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan disebut nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah ﷺ. Karena itu, tidak heran jika jutaan umat Islam berbondong-bondong datang ke Makkah pada bulan suci ini.
Suasana ibadah di Masjidil Haram selama Ramadan memang begitu istimewa. Siang hari dipenuhi jamaah yang membaca Al-Qur’an dan berzikir, sementara malamnya hidup dengan salat tarawih yang penuh kekhusyukan. Setiap sudut masjid terasa dipenuhi doa dan harapan.
Selain pahala yang berlipat ganda, umrah Ramadan juga menjadi kesempatan untuk “beristirahat” dari hiruk-pikuk dunia. Banyak orang datang dengan niat memperbaiki diri, memohon ampunan, atau meminta kemudahan hidup kepada Allah SWT.
Nikmatnya Berbuka dan Sahur di Tanah Suci
Salah satu pengalaman yang paling membekas saat umrah Ramadan adalah momen berbuka puasa di Masjidil Haram. Ribuan jamaah duduk berjajar membawa kurma, air zamzam, roti, dan makanan sederhana yang dibagikan secara gratis.
Tidak ada perbedaan status sosial di sana. Semua duduk bersama dalam suasana penuh persaudaraan. Tangisan doa, ucapan syukur, dan senyum kebahagiaan bercampur menjadi satu.
Sementara saat sahur, suasana kota Makkah tetap hidup meski dini hari. Jamaah berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan qiyamul lail sebelum memulai puasa kembali.
Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan

Puncak kerinduan banyak jamaah biasanya terjadi saat memasuki 10 malam terakhir Ramadan. Pada waktu inilah umat Islam berlomba-lomba mencari malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
I’tikaf menjadi salah satu ibadah yang paling banyak dilakukan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Jamaah memilih menetap di masjid untuk fokus beribadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Suasana malam di Masjidil Haram pada 10 terakhir Ramadan benar-benar berbeda. Tangisan doa terdengar di banyak sudut. Ada yang memohon ampunan, meminta kesehatan, kelancaran rezeki, hingga berharap bisa kembali lagi ke Tanah Suci.
Banyak jamaah mengaku bahwa momen i’tikaf menjadi titik balik dalam hidup mereka. Hati terasa lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hubungan dengan Allah terasa jauh lebih dekat.
Persiapan Penting Sebelum Berangkat
Karena Ramadan merupakan musim favorit umrah, persiapan harus dilakukan sejak jauh hari. Tiket pesawat dan hotel biasanya cepat penuh, terutama menjelang 10 malam terakhir Ramadan.
Selain persiapan administrasi dan biaya, kondisi fisik juga perlu diperhatikan. Aktivitas ibadah yang padat, cuaca Arab Saudi, dan banyaknya jamaah memerlukan stamina yang baik agar ibadah tetap nyaman.
Yang paling penting tentu adalah menyiapkan hati dan niat. Jangan sampai perjalanan ke Tanah Suci hanya menjadi formalitas atau sekadar mengejar status sosial. Jadikan umrah Ramadan dan i’tikaf sebagai momentum memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah SWT.
Saatnya Mewujudkan Kerinduan ke Tanah Suci
Tidak sedikit orang yang selama ini hanya berkata, “Nanti kalau ada waktu,” atau “Nunggu mapan dulu.” Padahal, panggilan ke Baitullah sering kali datang kepada mereka yang benar-benar berniat dan berusaha.
Ramadan tahun depan bisa menjadi kesempatan terbaik untuk merasakan langsung indahnya ibadah di depan Ka’bah dan menikmati malam-malam penuh doa di Masjidil Haram.
Bila Anda ingin merencanakan umrah Ramadan sekaligus i’tikaf 10 malam terakhir dengan nyaman dan pendampingan terbaik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkannya bersama travel terpercaya kami.
Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah umrah atau haji bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.
Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H
🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH, Mulai dari Rp 31,5 Juta
Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!
🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan Juli - January 2027
🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya
🕋 Paket Haji Plus dan Haji plus VIP
🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman
📍 Kuota terbatas
Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!
