Saat menunaikan ibadah haji maupun umrah, sebagian besar jamaah sangat fokus pada rukun dan wajib ibadah. Hal ini tentu benar, karena keduanya menentukan sah atau tidaknya ibadah. Namun, tidak sedikit yang tanpa sadar melewatkan berbagai amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Padahal, meski tidak memengaruhi keabsahan haji atau umrah, amalan-amalan sunnah tersebut dapat menyempurnakan ibadah sekaligus menjadi ladang pahala yang besar. Mulai dari mandi sebelum ihram, memakai wewangian bagi laki-laki, memperbanyak talbiyah, hingga shalat sunnah setelah thawaf, semuanya memiliki dasar dari Al-Qur'an, hadits, maupun penjelasan para ulama.

Berikut beberapa amalan sunnah yang sering terlupakan oleh jamaah haji dan umrah.

1. Mandi Sebelum Memulai Ihram

Sebelum mengenakan pakaian ihram, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan lahir dan batin dalam memasuki ibadah.

Rasulullah ﷺ juga melakukannya sebagaimana diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu:

"Nabi ﷺ melepaskan pakaiannya untuk berihram, kemudian beliau mandi."

(HR. Tirmidzi no. 830, hadits hasan).

2. Memakai Wewangian Sebelum Ihram (Bagi Laki-Laki)

Sebelum berniat ihram, laki-laki disunnahkan memakai minyak wangi pada tubuhnya, bukan pada pakaian ihram.

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

"Aku memberi wewangian kepada Rasulullah ﷺ sebelum beliau berihram dan setelah tahallul sebelum thawaf."

(HR. Bukhari no. 1539 dan Muslim no. 1189).

3. Membaca Doa Saat Memasuki Kota Makkah

Ketika pertama kali memasuki Kota Makkah, para ulama seperti Imam An-Nawawi menganjurkan membaca doa memohon keamanan, keberkahan, dan perlindungan Allah Subahanhu Wa Ta'ala.

Doa ini tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dan menjadi amalan yang baik untuk diamalkan oleh setiap jamaah.

4. Memperbanyak Talbiyah dengan Khusyuk

Sejak berihram hingga menjelang thawaf atau melempar jumrah (sesuai jenis ibadahnya), jamaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah:

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak.

Talbiyah bukan sekadar bacaan, tetapi ungkapan kepatuhan dan kesiapan memenuhi panggilan Allah Subahanhu Wa Ta'ala.

5. Masuk Masjidil Haram dengan Kaki Kanan

Sebagaimana memasuki masjid pada umumnya, jamaah disunnahkan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid dan memohon dibukakan pintu rahmat Allah.

Amalan sederhana ini sering terlupakan karena rasa haru dan takjub ketika pertama kali melihat Masjidil Haram.

6. Membaca Doa Saat Pertama Kali Melihat Ka'bah

Banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa ketika pertama kali memandang Ka'bah. Salah satu doa yang diriwayatkan adalah:

"Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Baitullah ini. Tambahkan pula kemuliaan kepada orang-orang yang berhaji dan berumrah."

Momen pertama melihat Ka'bah adalah saat yang sangat istimewa dan penuh harapan.

7. Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf

Setelah menyelesaikan thawaf, disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan. Jika kondisi sangat padat, shalat dapat dilakukan di tempat lain dalam Masjidil Haram.

Mayoritas ulama, seperti Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Daud, dan pendapat yang lebih kuat dalam mazhab Syafi'i, menyatakan hukumnya sunnah.

8. Mencium atau Mengusap Hajar Aswad

Apabila memungkinkan tanpa menyakiti jamaah lain, disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata:

"Aku tahu engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."

(HR. Bukhari no. 1597 dan Muslim no. 1270).

Bila tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir.

9. Shalat di Hijir Ismail

Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka'bah. Karena itu, apabila ada kesempatan dan kondisi memungkinkan, shalat di dalam area Hijir Ismail memiliki keutamaan tersendiri.

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha yang menjelaskan bahwa Hijir Ismail merupakan bagian dari Baitullah.

(HR. Bukhari no. 1584 dan Muslim no. 1333).

10. Mabit di Muzdalifah dan Mina dengan Sungguh-Sungguh

Bagi jamaah haji, bermalam (mabit) di Muzdalifah dan Mina merupakan bagian penting dari manasik. Selain menjalankan ketentuan syariat, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, dan membaca Al-Qur'an selama berada di sana.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang menyaksikan shalat kami ini dan sebelumnya telah wukuf di Arafah, maka hajinya telah sempurna."

(HR. Tirmidzi no. 891).

11. Melaksanakan Tawaf Wada'

Bagi jamaah yang hendak meninggalkan Makkah, disunnahkan (dan bagi sebagian kondisi menjadi wajib) menjadikan thawaf sebagai amalan terakhir sebelum keluar dari kota suci.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Janganlah seseorang meninggalkan Makkah hingga akhir amalnya adalah thawaf di Baitullah."

(HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma).

12. Berinfak dan Bersedekah di Tanah Suci

Tanah Suci merupakan tempat yang mulia untuk memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah. Membantu sesama jamaah, fakir miskin, maupun berbagai kegiatan kebaikan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api."

(HR. Tirmidzi).

Penutup

Haji dan umrah bukan hanya tentang menyelesaikan rukun dan kewajiban, tetapi juga berusaha mengikuti setiap tuntunan Rasulullah ﷺ semampunya. Sunnah-sunnah yang mungkin terlihat sederhana justru menjadi pelengkap yang menyempurnakan ibadah serta menambah pahala di sisi Allah Subahanhu Wa Ta'ala.

Semoga Allah Subahanhu Wa Ta'ala memberikan kemudahan kepada setiap tamu-Nya untuk mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ dan menerima seluruh amal ibadah dengan haji yang mabrur serta umrah yang maqbul. Aamiin.


Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah UMRAH atau HAJI bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.

Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah dan Madinah AL-Munawarah

bersama Jana Madinah Wisata 🤍

🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H (⇐ klik)

🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH (⇐ klik), Mulai dari Rp 31,5 Juta

Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!

🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan September - January 2027 (⇐ klik)

🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya 

🕋 Paket Haji Plus (⇐ klik) dan Haji plus VIP (⇐ klik)

🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman

📍 Kuota terbatas

Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas! (⇐ klik)