Jakarta - Malaikat Jibril dikenal sebagai malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul. Wahyu terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekaligus menandai berakhirnya masa kenabian setelah beliau wafat.
Wahyu terakhir yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW menurut sebagian riwayat terdapat dalam Surah Al-Maidah ayat 3. Ayat ini menjelaskan ketentuan makanan yang diharamkan, larangan mengundi nasib, serta penegasan bahwa Islam telah disempurnakan sebagai agama.
Artinya:
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala, serta mengundi nasib dengan anak panah. Itu adalah perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa terhadap (mengalahkan) agamamu. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Maka siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena cenderung kepada dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Wahyu tersebut turun bertepatan dengan peristiwa Haji Wada atau haji perpisahan Rasulullah SAW. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Malaikat Jibril tidak lagi menyampaikan wahyu karena tidak ada lagi nabi setelah beliau.
Namun, hal tersebut tidak berarti tugas Malaikat Jibril telah berakhir. Dalam sejumlah penjelasan ulama, Malaikat Jibril tetap memiliki tugas lain yang terus berlangsung hingga kini.
Salah satunya adalah turun pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan bersama para malaikat lainnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1-4, bahwa pada malam tersebut para malaikat dan Jibril turun dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan.
Selain itu, dalam sejumlah riwayat hadis juga disebutkan bahwa Malaikat Jibril bertugas menyampaikan cinta Allah kepada hamba-Nya yang dicintai, serta menjadi perantara turunnya kasih sayang kepada makhluk di bumi. Dalam beberapa keterangan ulama, Malaikat Jibril juga disebut memiliki peran dalam menyampaikan pertolongan Allah terhadap doa dan hajat manusia sesuai kehendak-Nya.
Dengan demikian, Malaikat Jibril tidak berhenti menjalankan tugas, melainkan tetap melaksanakan perintah Allah SWT sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan. Wallahu a‘lam.
Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!
