Kursi roda itu bergerak perlahan menyusuri lorong hotel jemaah haji Indonesia di kawasan Ar-Rawdah, Makkah. Di atasnya duduk Marsiyah yang telah berusia 104 tahun. Senyum kecil terus menghiasi wajahnya sepanjang perjalanan.

Sesekali tangannya menggenggam pegangan kursi roda sambil memandangi orang-orang di sekitarnya. Petugas dan anggota keluarga bergantian mendorong kursi roda menuju lift hotel. Meski kini harus banyak dibantu untuk berjalan, semangat perempuan lanjut usia itu tetap terlihat kuat.

“Masih kuat,” ujarnya saat ditanya tim Media Center Haji di Makkah mengenai kondisi kesehatannya, Jumat, 22 Mei 2026.

Marsiyah tercatat sebagai jemaah haji tertua Indonesia tahun ini. Perempuan asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, tersebut akhirnya dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci setelah puluhan tahun memendam keinginan berhaji.

Perjalanan sucinya bukan berasal dari harta melimpah atau usaha besar. Mbah Marsiyah mengumpulkan biaya haji dari hasil berjualan jenang di depan rumahnya.

Di bawah rindangnya pohon sawo di halaman rumah, ia menjajakan jenang buatan sendiri kepada warga sekitar. Dari keuntungan kecil itulah ia mulai menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

“Saya menabung sedikit-sedikit begitu, saya masukkan kaleng, lalu saya simpan,” tuturnya.

Jumlah yang disimpan memang tidak besar. Kadang hanya Rp2.000, terkadang Rp5.000. Uang itu dimasukkan ke dalam kaleng dan disimpan rapi di lemari rumah tanpa banyak diketahui orang lain.

“Saya begitu pun dengan tetangga-tetangga diam saja, tidak bilang menyisihkan uang buat pergi haji,” katanya sambil tersenyum kecil.

Setelah tabungannya terkumpul, anak-anaknya membantu melengkapi kekurangan biaya. Marsiyah kemudian mendaftar haji melalui jalur lansia pada 2021.

Keseharian Mbah Marsiyah pun sangat sederhana. Bayam, tempe, dan telur menjadi menu yang paling sering ia santap.

“Kalau ayam saya tidak, soalnya bikin gatal,” ujarnya.

Perjalanan menuju Arab Saudi menjadi pengalaman luar biasa dalam hidupnya. Sebelum berangkat haji, Marsiyah hampir tidak pernah bepergian jauh dari kampung halamannya.

“Orang tidak pernah keluar, tidak pernah bepergian,” katanya.

Pertama Kali Naik Pesawat

Pengalaman menaiki pesawat juga baru pertama kali ia rasakan. Awalnya, ia sempat merasa khawatir membayangkan perjalanan panjang menuju Makkah. Namun rasa takut itu perlahan hilang ketika pesawat mulai mengudara.

“Lancar. Tidak ada apa-apa,” katanya.

Dengan gaya polosnya, ia menggambarkan perjalanan udara tersebut.

“Setirnya halus kok,” ucapnya sambil tertawa hingga membuat orang-orang di sekitarnya ikut tersenyum.

Meski menikmati perjalanan, udara dingin di dalam kabin membuatnya sulit beristirahat selama penerbangan.

“Anginnya itu lho, dingin sekali,” ujarnya.

Kondisi fisik Marsiyah memang sudah tidak sekuat dulu. Selama di Makkah, ia lebih banyak menggunakan kursi roda untuk beraktivitas. Beberapa tahun lalu, ia sempat terjatuh dan pingsan di kamar mandi rumahnya.

Keluarga yang datang menjenguk terpaksa membongkar pintu kamar mandi karena Marsiyah tidak memberikan respons dari dalam.

“Darahnya itu sampai darah kering,” kata putrinya, Maidah.

Sejak kejadian tersebut, anak-anak dan keluarganya bergantian mendampingi Mbah Marsiyah di rumah. Salah satu anaknya bahkan tinggal berdekatan agar lebih mudah membantu kebutuhan sehari-hari sang ibu.

Meski usia terus bertambah, Marsiyah mengaku jarang sakit. Ia masih menikmati berjalan-jalan singkat meskipun tidak mampu terlalu lama.

“Ya sebentar-sebentar begitu,” katanya.

Di Tanah Suci, kebahagiaan terbesar Mbah Marsiyah bukanlah hotel tempat menginap ataupun perjalanan jauh yang berhasil ditempuhnya. Ia hanya merasa sangat bersyukur akhirnya dapat melihat Ka’bah secara langsung setelah bertahun-tahun menabung dari hasil berjualan jenang.

“Alhamdulillah lihat Kakbah,” ucapnya pelan sambil tersenyum.


Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah umrah atau haji bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.

Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

🕋 Tersedia PROGRAM TABUNGAN UMROH, Mulai dari Rp 31,5 Juta

Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!

🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan Juli - January 2027

🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya 

🕋 Paket Haji Plus dan Haji plus VIP

🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman

📍 Kuota terbatas

Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!