Perempuan berasal dari bahasa arab yakni Al-Mar’ah, yang jamaknya berarti Al-Nisaa’ yaitu sama dengan wanita. Perempuan Adalah lawan jenis dari pria atau laki-laki. Kata An-Nisaa’ berarti gender perempuan, sama dengan kata bahasa arab dari Al-Rijal yang berarti gender lakilaki.

Begitupun dalam bahasa inggris Women lawan kata dari Man. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertia ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menjelaskan gejala tertentu di bidang pengetahuan tentang duniawi, akhirat, lahir, bathin dan lain sebagainya.


Era sekarang menjadi perempuan tanpa ilmu seperti jalan tanpa arah, akan sangat mudah terbawa arus dan mudah kehilangan jati diri. Ilmu yang membuat perempuan kuat, ilmu yang menjadikan perempuan memiliki prinsip dan dengan ilmu membuat perempuan lebih bijak dalam menjalani hidup. Islam memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang, berkerja memimpin dan berperan dalam masyarakat tanpa harus ada diskriminasi. Islam tidak membatasi perempuan hanya pada satu peran tunggal saja, tetapi menekankan keseimbangan, tanggung jawab dan nilai ibadah dalam setiap pilihan.


Dalam islam tentunya perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia, perempuan yang nantinya akan bermuara menjadi seorang ibu, ia adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, pembentuk akhlak dan pondasi kuat bagi sebuah keluarga. Perempuan harus berilmu, karena dengan ilmu akan menuntun perempuan untuk mendidik generasi yang rabbani. Ilmu yang bermanfaat, iman yang kokoh dan akhlak yang terpuji adalah bekal utama dalam mencetak generasi yang akan membawa kebaikan di dunia dan di akhirat.


PESAN:

Bagi semua para perempuan yang membaca artikel ini yang mau beribadah Umroh dan Haji bisa langsung daftarkan diri kalian semua di Travel Jana Madinah Wisata (JMW) travel amanah tentunya sudah berizin resmi di Kemenag. Jangan sampai terlewatkan banyak paket menarik. Semoga Allah Ta’ala mudahkan langkah kita semua menuju Baitullah, Aamiin.


KESIMPULAN:

Perempuan harus ber-ilmu, karena kelak seorang perempuan yang akan memegang peran besar sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Perempuan adalah madrasah pertama bagi anakanaknya dalam mengenal agama, nilai-nilai kebaikan dan prinsip tentang kehidupan. Maka dari itu, perempuan yang ber-ilmu dapat menjadi cahaya yang menuntun keluarganya menuju jalan yang benar. REFERENSI: Nurjannah Ismail, Perempuan Dalam Pasungan: Bias Laki-Laki Dalam Penafsiran, (Yogyakarta: LkiS, 2003 ), 34