Fase Mina selalu menjadi salah satu tahapan paling padat dan menantang dalam rangkaian ibadah haji. Untuk mengantisipasi risiko cuaca panas ekstrem khas Timur Tengah dan menjaga manajemen kerumunan di kawasan Jamarat, Kementerian Agama/Haji dan Umrah RI telah menetapkan aturan serta jadwal khusus pelaksanaan lontar jumrah bagi jemaah Indonesia pada musim haji 1447 H / 2026 M.

Juru Bicara Kementerian, Maria Assegaff, menegaskan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap regulasi ini demi keselamatan bersama. Guna memastikan seluruh aturan ini terpenuhi tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah, Jana Madinah Wisata siap mendampingi dan mengawal pergerakan Anda secara disiplin, aman, dan sesuai dengan sunnah.


Jadwal Resmi Lontar Jumrah Hari Tasyrik (11-13 Zulhijah 1447 H)

Pemerintah telah membagi waktu pelaksanaan lontar jumrah ke dalam beberapa sesi strategis untuk mengurai kepadatan di jalur Jamarat. Berikut adalah detail jadwal resmi berdasarkan Waktu Arab Saudi (WAS):

11 Zulhijah 1447 H (Kamis, 28 Mei 2026)

o Sesi 1: Pukul 17.00 hingga 24.00 WAS. o Sesi 2: Pukul 00.00 hingga 04.00 WAS.

12 Zulhijah 1447 H (Jumat, 29 Mei 2026)

o Sesi 1: Pukul 05.00 hingga 10.30 WAS. o Sesi 2: Pukul 18.00 hingga 24.00 WAS.

13 Zulhijah 1447 H (Sabtu, 30 Mei 2026)

o Sesi Utama: Pukul 05.00 hingga 12.00 WAS.

Jam Larangan Lontar Jumrah Demi Keselamatan Fisik

Selain jadwal keberangkatan, pemerintah juga memberlakukan waktu larangan melontar untuk mengendalikan arus jemaah di lokasi:

  • Larangan 11 Zulhijah: Jemaah dilarang menuju Jamarat pada pukul 11.00 hingga 18.00 WAS.
  • Larangan 12 Zulhijah: Waktu larangan berlaku pada pukul 11.00 hingga 14.00 WAS.
  • Ketentuan 13 Zulhijah: Tidak ada waktu larangan khusus yang tercantum dalam jadwal resmi.


Aturan Khusus & Larangan Mutlak Jemaah Indonesia

Secara spesifik, Kementerian menegaskan aturan ketat bagi seluruh jemaah asal Indonesia. Jemaah Indonesia dilarang keras melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 WAS.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan mutlak dari paparan suhu panas yang ekstrem serta potensi penumpukan massa di titik kritis Jamarat. Selama rentang waktu terik tersebut, jemaah diimbau untuk tetap berada di dalam tenda Mina, memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, dan berzikir sembari menunggu jadwal kloter resmi dibuka.


Larangan Berangkat Sendiri dan Memisahkan Diri

Kunci utama keselamatan di Mina adalah bergerak dalam kelompok terorganisasi. Jemaah diingatkan untuk tidak mudah tergiur ajakan berangkat di luar jadwal resmi, tidak memisahkan diri dari rombongan, serta tidak mengambil jalur tikus yang tidak direkomendasikan petugas.

Ibadah haji bukanlah perlombaan kecepatan. Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan diri secara fisik jika kondisi tidak memungkinkan. Seluruh pergerakan wajib dilakukan secara berkelompok di bawah komando ketua kloter, ketua regu, dan pembimbing ibadah.


Ibadah Nyaman dan Teratur Bersama Jana Madinah Wisata

Mematuhi manajemen waktu di Mina membutuhkan kedisiplinan tinggi dan koordinasi tim lapangan yang solid. Di sinilah Jana Madinah Wisata mengambil peran penting untuk memastikan Anda dapat beribadah dengan tenang tanpa melanggar regulasi pemerintah.

Bersama Jana Madinah Wisata, Anda akan mendapatkan pengawalan ekstra:

  • Mutawif & Pembimbing Siaga: Tim profesional kami akan mengoordinasikan jadwal kloter Anda secara presisi agar sesuai dengan waktu aman dari pemerintah.
  • Fasilitas Tenda yang Nyaman: Menyediakan tempat istirahat yang kondusif di Mina agar Anda tetap bugar selama masa larangan melontar.
  • Manajemen Kelompok yang Ketat: Memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal atau berjalan sendiri menuju Kompleks Jamarat. 


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!