Taif — Di antara berbagai destinasi yang kerap dikunjungi jemaah haji dan umrah saat berada di Kota Taif, pabrik penyulingan mawar Rashid Hussein Al-Qurashi menjadi salah satu tempat yang paling menarik perhatian. Bukan hanya karena menghasilkan parfum mawar khas Taif yang terkenal hingga mancanegara, tetapi juga karena pabrik ini diperkirakan telah berdiri selama sekitar 150 tahun.
Setiap harinya, ribuan wisatawan dan peziarah datang untuk melihat langsung proses pembuatan parfum, air mawar, hingga berbagai produk kecantikan berbahan dasar mawar khas Taif.
Saat berkunjung ke lokasi, tim Media Center Haji (MCH) diajak berkeliling melihat area penyulingan tradisional yang telah digunakan secara turun-temurun. Meski proses penyulingan tidak sedang berlangsung karena musim panen telah berakhir, para pengunjung tetap dapat melihat berbagai peralatan tradisional yang digunakan untuk mengolah mawar menjadi produk bernilai tinggi.
Seorang pegawai pabrik bernama Abdullah, yang akrab disapa Dul, menjelaskan bahwa mawar Taif hanya dipanen pada musim tertentu setiap tahunnya.
“Mawar di Taif hanya panen pada bulan Ramadan dan Syawal,” ujarnya.
Karena itu, produksi minyak mawar dan parfum dalam jumlah besar biasanya dilakukan pada periode tersebut. Dul menjelaskan, bahan utama untuk membuat parfum mawar sebenarnya sangat sederhana, yakni bunga mawar Taif dan air. Namun proses pengolahannya membutuhkan waktu panjang dan ketelitian tinggi.
Dalam satu kali penyulingan, proses produksi dapat berlangsung selama enam hingga delapan jam tanpa henti hingga menghasilkan minyak mawar berkualitas tinggi.
“Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas,” jelas Dul kepada tim MCH.

Selain dijadikan parfum, hasil penyulingan mawar juga diolah menjadi berbagai produk lain seperti sabun, lotion, perawatan rambut, air mawar, hingga produk perawatan kulit.
“Bisa juga dibuat teh. Soal manfaat, mungkin wangi saja,” kata Dul sambil tersenyum.
Menurutnya, jumlah mawar yang diolah setiap tahun berbeda-beda tergantung hasil panen. Dalam setahun, pabrik dapat mengolah sekitar 300 hingga 900 kilogram bunga mawar.
“Memang season-nya beda,” ujarnya.
Jumlah bunga yang dibutuhkan untuk satu kali proses penyulingan pun sangat besar. Satu alat penyulingan berukuran sedang mampu menampung sekitar 35 ribu kuntum mawar, sedangkan kilang berukuran besar dapat menampung hingga 600 ribu kuntum mawar sekaligus.
“Di sini ada air panas ada air dingin campuran,” kata Dul saat menjelaskan cara kerja alat penyulingan tradisional tersebut.
Kelegendarisan pabrik Al-Qurashi bukan hanya karena usianya yang telah mencapai sekitar satu setengah abad, tetapi juga karena tempat ini telah menjadi ikon wisata Taif yang dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
Menurut Dul, jumlah pengunjung pada hari biasa bisa mencapai sekitar 6.000 orang per hari. Sementara saat musim haji, jumlah kunjungan berkisar 3.000 orang setiap harinya.
Menariknya, seluruh produk yang dihasilkan berasal dari satu jenis bunga yang sama, yakni mawar khas Taif, dan diproduksi tanpa menggunakan alkohol.
Hingga kini, pabrik mawar Al-Qurashi tetap mempertahankan tradisi penyulingan yang diwariskan lintas generasi di tengah perkembangan industri parfum modern. Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dan jemaah yang ingin melihat langsung bagaimana aroma khas mawar Taif lahir dari proses tradisional yang telah bertahan selama sekitar 150 tahun.
Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas
