Musyrif Diny Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa penerapan skema murur dan tanazul pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak mengurangi nilai maupun pahala ibadah jemaah.

Menurut pihak PPIH, kebijakan tersebut telah melalui kajian mendalam dan memiliki dasar syariah yang kuat sebagai bentuk kemudahan bagi jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Kebijakan ini tidak dibuat tanpa pertimbangan, melainkan telah dikaji dan memiliki landasan syariat,” ujar Musyrif Diny Buya Gusrizal kepada Media Center Haji di Makkah, Sabtu, 16 Mei 2026.

Buya Gusrizal menjelaskan, mabit di Muzdalifah memang termasuk wajib haji. Namun dalam fikih Islam terdapat rukhsah atau keringanan bagi jemaah dengan kondisi tertentu sehingga tidak harus bermalam penuh di Muzdalifah karena adanya uzur.

Ia menambahkan, sejumlah ulama juga membolehkan sebagian jemaah dengan kondisi khusus untuk tidak mabit sepenuhnya. Meski demikian, pemerintah tetap menerapkan skema murur dengan membawa jemaah melintasi Muzdalifah sesuai syarat dan ketentuan tertentu.

“Kami tetap mengarahkan jemaah melewati Muzdalifah dengan kriteria yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Jemaah Diminta Tidak Khawatir

Buya Gusrizal menegaskan jemaah yang memanfaatkan rukhsah sesuai syariat tidak perlu merasa khawatir pahala hajinya akan berkurang.

“Ketika seseorang mengambil keringanan yang diberikan syariat, maka hal itu tidak mengurangi nilai ibadahnya,” katanya.

Ia menuturkan bahwa syariat Islam pada dasarnya hadir untuk memberikan kemudahan serta menghilangkan kesulitan bagi umat.

“Syariat diturunkan untuk memudahkan, bukan memberatkan,” ungkapnya.

Selain itu, Buya juga meminta para pembimbing ibadah dan petugas kloter aktif memberikan pemahaman kepada jemaah mengenai dasar syariah penerapan murur dan tanazul. Penjelasan tersebut dinilai penting agar jemaah memahami kebijakan yang diterapkan dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

“Jemaah perlu mengetahui bahwa kebijakan ini bukan sekadar teknis, tetapi juga memiliki landasan syariah,” tuturnya.

Buya Gusrizal berharap komunikasi yang baik antara petugas dan jemaah dapat mencegah kesalahpahaman menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!