Pemerintah Siapkan Konsumsi dan Tim Khusus Hadapi Puncak Haji Armuzna

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah meningkatkan berbagai persiapan layanan bagi jemaah, mulai dari penyediaan makanan hingga pembentukan Tim Khusus Mina. Puncak haji sendiri dijadwalkan berlangsung pada 8–13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 25–30 Mei 2026.

Fase Armuzna dikenal sebagai rangkaian paling penting sekaligus paling berat dalam ibadah haji. Pada tahap ini, jemaah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah di Mina. Karena padatnya aktivitas dan tingginya mobilitas jemaah, pemerintah memberi perhatian besar terhadap kesiapan layanan pendukung.


Konsumsi Siap Santap untuk Jemaah

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa layanan konsumsi menjadi salah satu fokus utama menjelang puncak haji. Menurutnya, kebutuhan makanan bukan sekadar pemenuhan logistik, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kesehatan dan stamina jemaah selama menjalankan ibadah.

Untuk mendukung kelancaran distribusi makanan, pemerintah menerapkan sistem katering ready to eat atau makanan siap santap. Skema ini dipilih agar makanan lebih mudah didistribusikan, praktis dikonsumsi, tahan lebih lama di tengah mobilitas tinggi, serta tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Menu yang disiapkan juga disesuaikan dengan selera jemaah Indonesia dengan menghadirkan cita rasa nusantara. Pemerintah berharap makanan yang familiar dapat membantu jemaah merasa lebih nyaman selama menjalani rangkaian ibadah.

Selama fase Armuzna, setiap jemaah Indonesia akan menerima total 15 porsi makanan yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, tersedia enam porsi tambahan pada masa pra dan pasca Armuzna, yaitu pada 24, 25, dan 30 Mei 2026.


Tim Khusus Mina Disiagakan

Selain layanan konsumsi, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga membentuk Tim Khusus Mina untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan jemaah, terutama lansia dan jemaah sakit.

Koordinator Satop Armuzna dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa tim ini diisi personel berpengalaman yang pernah bertugas pada operasional haji sebelumnya.

Tim diberangkatkan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah agar kondisi fisik mereka tetap prima saat membantu kedatangan jemaah. Mereka bertugas melakukan pengawasan, penyambutan, hingga pemantauan arus pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju area lempar jumrah.

Keberadaan tim ini dinilai penting karena fase kedatangan jemaah di Mina kerap menjadi titik rawan kepadatan dan kelelahan fisik.


Imbauan Menjaga Kesehatan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau seluruh jemaah Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengatur tenaga menjelang puncak haji. Jemaah diminta memperbanyak istirahat serta mengikuti arahan petugas agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar.

Pemerintah juga memastikan pengawasan layanan terus diperkuat, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, khususnya bagi lansia dan kelompok risiko tinggi.


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!