Pintu-pintu Masjidil Haram memiliki ukuran yang beragam dan masing-masing diberi nama berdasarkan tokoh-tokoh penting, tempat bersejarah, serta terkadang peristiwa tertentu. Pintu-pintu ini berfungsi untuk mengatur arus keluar-masuk jamaah dan memudahkan pergerakan para peziarah di dalam kompleks masjid.

Secara tradisional, Masjidil Haram memiliki sekitar 240 an pintu, dan di antaranya terdapat 5 pintu utama yang dianggap paling penting.

Ketika Nabi Muhammad ﷺ menaklukkan Kota Makkah, beliau membangun Masjidil Haram pertama berupa sebuah pelataran sederhana yang dikelilingi tembok rendah. Seiring berjalannya waktu, masjid ini terus mengalami perluasan hingga menjadi kompleks megah seperti yang kita lihat saat ini.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 45 pintu Masjidil Haram beserta sejarah dan makna di balik penamaannya.

Bab Malik Abdul Aziz (Pintu No. 1)

Bab Malik Abdul Aziz (باب عبدالعزيز) merupakan salah satu pintu utama Masjidil Haram yang telah mengalami renovasi besar dengan mengusung gaya arsitektur modern. Pintu ini terletak di sudut Yamani (Yaman) kompleks Masjidil Haram, berhadapan dengan Jalan Ajyad.

Dibandingkan dengan bangunan sebelumnya, desain pintu ini berbentuk lebih persegi dan menampilkan nuansa modern yang berbeda dari gaya arsitektur tradisional Saudi yang dipengaruhi arsitektur Ottoman. Pintu ini juga menyediakan akses langsung ke area Mataf bagi jamaah penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.

Bab Ajyad (Pintu No. 5)

Bab Ajyad (باب أجياد) dinamai berdasarkan dua lembah Ajyad yang berada di sebelah tenggara Masjidil Haram. Pintu ini merupakan pintu sederhana dengan satu akses utama.

Pintu nomor 7 dan 8 termasuk dalam kelompok yang sama dan dilengkapi eskalator listrik yang menghubungkan jamaah ke lantai atas Masjidil Haram. Bab Ajyad dibangun dalam proyek perluasan pertama Masjidil Haram oleh Pemerintah Arab Saudi dan berada di sisi tenggara area Mataf.

Bab Bilal (Pintu No. 6)

Bab Bilal (باب بلال) terletak di bagian selatan Masjidil Haram, tepatnya di sisi tenggara kompleks masjid.

Pintu ini dibangun dalam bentuknya yang sekarang saat proyek perluasan dan renovasi pertama Masjidil Haram oleh Pemerintah Saudi. Nama pintu ini diambil dari Bilal bin Rabah, sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal sebagai muadzin pertama dalam Islam.

Bab Hunain (Pintu No. 9)

Bab Hunain (باب حنين) berada di bagian selatan Masjidil Haram. Nama pintu ini diambil dari wilayah Hunain yang terletak dekat Kota Thaif di Arab Saudi.

Bab Hunain berada di antara Bab Bilal dan Bab Ismail. Saat ini sebagian bangunannya tertutupi oleh eskalator Bab Ajyad yang berada tepat di depannya.

Bab Ismail (Pintu No. 10)

Bab Ismail (باب إسماعيل) dinamai berdasarkan Nabi Ismail ‘alaihis salam, putra Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Pintu kecil yang indah ini berada di bagian selatan Masjidil Haram, tepat di antara Bab Hunain dan Bab Hamzah. Bab Ismail termasuk salah satu pintu berukuran kecil di kompleks masjid.

Bab Safa (Pintu No. 11)

Bab Safa (باب الصفا) merupakan salah satu dari lima pintu utama Masjidil Haram. Pintu ini terletak di sisi utara kompleks masjid dan menjadi akses langsung menuju area Mas'a, tempat pelaksanaan sa’i antara Bukit Safa dan Marwah.

Selain itu, Bab Safa modern juga menyediakan akses ke lantai atas area sa’i. Di sekitar Bukit Safa tersedia layanan skuter bagi jamaah lanjut usia atau mereka yang kesulitan melaksanakan sa’i secara mandiri.

Bab Hamzah (Pintu No. 12)

Pintu nomor 12 Masjidil Haram ini dinamai berdasarkan Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad ﷺ.

Beliau dikenal sebagai "Singa Allah" karena keberanian dan keteguhannya dalam membela Islam. Hamzah gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud.

Bab Qubais (Pintu No. 13)

Bab Qubais dinamai berdasarkan Jabal Abu Qubais yang berada di dekat Masjidil Haram.

Dari pintu ini jamaah dapat melihat Bukit Safa. Dalam beberapa riwayat, Jabal Abu Qubais disebut sebagai salah satu gunung tertua yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Bab an-Nabi (Pintu No. 19)

Bab an-Nabi (باب النبي) atau Pintu Nabi dinamai untuk menghormati Nabi Muhammad ﷺ.

Pintu ini berada di sisi timur Masjidil Haram, di antara Bab Abu Qubais dan Bab Ali, serta dekat dengan kawasan Safa.

Bab an-Nabi Bridge (Pintu No. 15)

Bab an-Nabi Bridge (باب الجسر للنبي) merupakan jembatan akses yang menghubungkan jamaah ke lantai atas Masjidil Haram.

Terletak di sebelah selatan Bab an-Nabi, jembatan modern ini memudahkan mobilitas jamaah di sekitar kawasan Safa sekaligus mendukung kelancaran ibadah di Masjidil Haram.

Bab Dar al-Arqam (Pintu No. 16)

Bab Dar al-Arqam (باب دار الارقم) dinamai berdasarkan rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, sahabat Nabi Muhammad ﷺ.

Rumah tersebut menjadi tempat berkumpul dan berdakwahnya kaum Muslimin pada masa awal Islam. Pintu ini berada di sebelah timur area Mas'a dan dilengkapi eskalator menuju lantai atas jalur sa’i.

Bab Ali (Pintu No. 17)

Bab Ali (بوابة علي) dinamai berdasarkan Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad ﷺ.

Pintu ini berada di sisi timur Masjidil Haram dan memberikan akses langsung ke area Mas'a. Selain digunakan oleh jamaah, pintu ini juga sering menjadi jalur keluar-masuk prosesi jenazah.

Bab Abbas (Pintu No. 20)

Bab Abbas (باب عباس) terletak di sisi timur Masjidil Haram dan dinamai berdasarkan Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad ﷺ.

Pintu ini berada di antara Bab Ali dan Bab Bani Syaibah. Desainnya terdiri dari tiga lengkungan, dengan gerbang utama yang lebih besar di bagian tengah.

Bab Bani Hasyim (Pintu No. 21)

Bab Bani Hasyim (باب بني هاشم) dinamai berdasarkan Bani Hasyim, kabilah tempat Nabi Muhammad ﷺ berasal.

Pintu ini berbentuk jembatan penghubung yang memberikan akses tambahan bagi jamaah menuju area Masjidil Haram.

Bab Bani Syaibah (Pintu No. 22)

Bab Bani Syaibah merupakan pintu yang relatif baru dan memberikan akses ke area Mas'a.

Namanya diambil dari gerbang bersejarah Bab Bani Syaibah yang dahulu berada dekat Ka'bah dan menandai lokasi kediaman Bani Syaibah, keluarga penjaga Ka'bah hingga saat ini.

Bab al-Marwah (Pintu No. 23)

Bab al-Marwah (باب المروة) merupakan salah satu gerbang terbesar di Masjidil Haram.

Pintu ini menyediakan akses langsung menuju Bukit Marwah dan dilengkapi eskalator menuju lantai atas masjid. Arsitekturnya memadukan unsur tradisional Arab dengan sentuhan modern.

Bab al-Muda'a (Pintu No. 25)

Bab al-Muda'a (باب المدعي) merupakan salah satu pintu penting Masjidil Haram.

Pintu ini menjadi akses menuju lantai dasar jalur sa’i (Mas'a). Banyak jamaah umrah mengakhiri rangkaian sa’i mereka di area sekitar pintu ini.

Bab Quraisy (Pintu No. 26)

Bab Quraisy (بوابة قريش) dinamai berdasarkan suku Quraisy, yaitu suku tempat Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan.

Pintu ini berada di ujung utara area Mas'a dan terhubung langsung dengan kawasan Marwah.

Bab Arafat (Pintu No. 35)

Bab Arafat (باب عرفات) terletak di dekat area Marwah dan mengarah ke arah Padang Arafah. Nama pintu ini diambil dari Arafah, tempat yang memiliki kedudukan sangat penting dalam ibadah haji.

Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun utama haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jamaah. Oleh karena itu, Bab Arafat menjadi salah satu pintu yang mengingatkan jamaah akan pentingnya perjalanan spiritual menuju Arafah.

Bab Muzdalifah (Pintu No. 36)

Bab Muzdalifah berada di area yang menghadap ke arah Muzdalifah. Nama pintu ini diambil dari kawasan Muzdalifah yang menjadi tempat singgah jamaah haji setelah meninggalkan Arafah.

Bermalam di Muzdalifah termasuk salah satu kewajiban dalam pelaksanaan ibadah haji. Keberadaan pintu ini menjadi simbol keterkaitan Masjidil Haram dengan rangkaian manasik haji.

Bab al-Fatah (Pintu No. 45)

Bab al-Fatah (باب الفتح) terletak di bagian utara Masjidil Haram. Kata "Al-Fatah" berarti kemenangan.

Menurut sejumlah riwayat, pintu ini dikaitkan dengan peristiwa Fathu Makkah (Penaklukan Makkah), ketika Nabi Muhammad ﷺ memasuki kota suci Makkah dengan penuh kemenangan. Karena itulah pintu ini dikenal sebagai Bab al-Fatah.

Bab Umar (Pintu No. 49)

Bab Umar (باب عمر) dinamai berdasarkan Umar bin Khattab, khalifah kedua dalam Islam yang dikenal dengan gelar Al-Faruq.

Pintu ini direnovasi dalam proyek perluasan Raja Abdullah dan memiliki desain yang serupa dengan Bab Malik Abdul Aziz. Bab Umar memberikan akses langsung menuju area Mataf dari sisi barat laut Masjidil Haram.

Bab al-Quds (Pintu No. 55)

Bab al-Quds (باب القدس) dikenal sebagai Pintu Yerusalem.

Nama ini melambangkan hubungan spiritual antara Masjidil Haram dan Kota Al-Quds (Yerusalem), yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Pintu ini menjadi salah satu akses penting menuju kompleks Masjidil Haram.

Bab Madinah (Pintu No. 56)

Bab Madinah (باب المدينة) dinamai berdasarkan Kota Madinah Al-Munawwarah, kota yang menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad ﷺ.

Pintu ini menghadap ke arah Madinah dan melambangkan perjalanan spiritual Rasulullah ﷺ dari Makkah menuju Madinah. Selain memiliki nilai historis, pintu ini juga menjadi salah satu akses strategis bagi jamaah.

Bab Umrah (Pintu No. 63)

Bab Umrah (باب العمرة) merupakan salah satu pintu bersejarah Masjidil Haram.

Dalam sejumlah catatan sejarah, Nabi Muhammad ﷺ memasuki Makkah untuk menunaikan umrah melalui gerbang ini. Saat ini, Bab Umrah menjadi bagian dari proyek perluasan besar Masjidil Haram dan memberikan akses langsung menuju area Mataf.

Bab Ammar bin Yasir (Pintu No. 67)

Bab Ammar bin Yasir dinamai berdasarkan Ammar bin Yasir, salah satu sahabat yang pertama kali memeluk Islam.

Beliau bersama kedua orang tuanya mengalami berbagai bentuk penyiksaan dari kaum Quraisy karena mempertahankan keimanan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bab Mu'adz bin Jabal (Pintu No. 68)

Bab Mu'adz bin Jabal mengambil nama Mu'adz bin Jabal, salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang terkenal karena keluasan ilmu dan pemahamannya terhadap ajaran Islam.

Beliau termasuk sahabat yang dipercaya Rasulullah ﷺ untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Bab Amr bin al-Ash (Pintu No. 69)

Bab Amr bin al-Ash dinamai berdasarkan Amr bin al-Ash, salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal sebagai panglima dan pemimpin militer Islam.

Sebelum memeluk Islam, beliau pernah berada di pihak yang berseberangan dengan kaum Muslimin. Namun setelah masuk Islam, Amr bin al-Ash menjadi salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam.

Bab Aisyah binti Abu Bakar (Pintu No. 70)

Pintu ini dinamai berdasarkan Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha, istri Nabi Muhammad ﷺ dan putri Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Aisyah dikenal sebagai salah satu perawi hadits terbesar dalam sejarah Islam dan memiliki kontribusi besar dalam penyebaran ilmu agama.

Bab Asma binti Abu Bakar (Pintu No. 71)

Bab Asma binti Abu Bakar dinamai berdasarkan Asma binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha, kakak dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Beliau dikenal sebagai sosok wanita yang mulia, cerdas, dan memiliki peran penting dalam membantu perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ.

Bab Syubaikah (Pintu No. 72)

Bab Syubaikah merupakan salah satu pintu bersejarah yang mengambil nama dari kawasan dan kabilah Syubaikah yang pernah mendiami daerah sekitar Masjidil Haram.

Pintu ini menjadi salah satu akses yang menghubungkan jamaah dengan jejak sejarah perkembangan Kota Makkah.

Bab Yarmuk (Pintu No. 73)

Bab Yarmuk dinamai berdasarkan Perang Yarmuk, salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Islam.

Dalam pertempuran tersebut, pasukan Muslim berhasil meraih kemenangan penting di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu.

Bab Abu Bakar (Pintu No. 74)

Bab Abu Bakar mengambil nama Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ.

Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surga (Al-'Asyarah Al-Mubasyyarun bil Jannah).

Bab Raja Fahd (Pintu No. 79)

Bab Raja Fahd atau Bab Al-Fahd merupakan salah satu gerbang utama Masjidil Haram.

Gerbang megah ini dibangun dalam proyek perluasan kedua oleh Pemerintah Arab Saudi dan memiliki tiga lengkungan besar yang menjadi ciri khasnya.

Bab Jabir bin Abdullah (Pintu No. 84)

Bab Jabir bin Abdullah dinamai berdasarkan Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang terkenal sebagai perawi hadits.

Beliau memeluk Islam sejak usia muda dan banyak meriwayatkan ajaran Rasulullah ﷺ kepada generasi setelahnya.

Bab Sa'id bin Zaid (Pintu No. 85)

Bab Sa'id bin Zaid terletak di sisi barat daya Masjidil Haram.

Pintu ini dinamai berdasarkan Sa'id bin Zaid radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat utama Rasulullah ﷺ dan termasuk dalam golongan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Bab Zaid bin Tsabit (Pintu No. 86)

Bab Zaid bin Tsabit dinamai berdasarkan Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, penulis wahyu Rasulullah ﷺ dan salah satu tokoh penting dalam proses pengumpulan Al-Qur'an.

Beliau berasal dari kaum Anshar dan dikenal karena kecerdasan serta keilmuannya.

Bab Ummu Hani (Pintu No. 87)

Bab Ummu Hani mengambil nama Ummu Hani binti Abu Thalib, sepupu Nabi Muhammad ﷺ.

Beliau dikenal sebagai wanita yang memiliki kedekatan dengan Rasulullah ﷺ dan termasuk sahabiyah yang memiliki kedudukan mulia dalam sejarah Islam.

Bab Maimunah (Pintu No. 88)

Bab Maimunah dinamai berdasarkan Maimunah binti Al-Harits radhiyallahu 'anha, salah satu istri Nabi Muhammad ﷺ.

Pintu ini berada di bagian selatan kompleks Masjidil Haram dan menjadi salah satu akses penting bagi jamaah.

Bab Hijlah (Pintu No. 89)

Bab Hijlah (باب الهجلة) berada di sudut selatan kompleks Masjidil Haram.

Pintu ini berdekatan dengan Bab Hafshah dan menjadi salah satu akses yang digunakan jamaah untuk keluar masuk area masjid.

Bab Hafshah (Pintu No. 90)

Bab Hafshah dinamai berdasarkan Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha, salah satu istri Nabi Muhammad ﷺ dan putri Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.

Beliau dikenal sebagai penjaga mushaf Al-Qur'an pada masa awal Islam.

Bab an-Nadwah (Pintu No. 92)

Bab an-Nadwah (باب الندوة) mengambil nama dari Darun Nadwah, sebuah bangunan bersejarah tempat para pemimpin Quraisy bermusyawarah sebelum datangnya Islam.

Pintu ini menjadi pengingat akan sejarah Kota Makkah dan perkembangan dakwah Islam.

Bab Khadijah (Pintu No. 93)

Bab Khadijah dinamai berdasarkan Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, istri pertama Nabi Muhammad ﷺ.

Beliau merupakan wanita pertama yang beriman kepada risalah Rasulullah ﷺ dan senantiasa mendampingi beliau dalam masa-masa paling sulit perjuangan dakwah.

Bab Ibrahim (Pintu No. 94)

Bab Ibrahim mengambil nama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang bersama putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, membangun kembali Ka'bah sebagai pusat ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Nama pintu ini menjadi pengingat akan sejarah panjang Ka'bah dan asal-usul ibadah haji.

Bab Abdullah (Pintu No. 100)

Bab Abdullah (باب عبد الله) atau Gerbang Raja Abdullah merupakan salah satu gerbang terbesar dan termegah di Masjidil Haram.

Pintu ini menjadi akses utama menuju area perluasan Raja Abdullah yang berada di sisi barat laut kompleks masjid. Desainnya mengadopsi gaya arsitektur yang serupa dengan perluasan Raja Fahd, namun dalam ukuran yang lebih besar.

Gerbang ini memiliki tiga lengkungan utama serta dua menara yang menjadikannya salah satu ikon arsitektur modern Masjidil Haram dan simbol kemegahan rumah suci umat Islam.

Penutup

Masjidil Haram di Makkah merupakan tempat suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat Ka'bah, kiblat sekaligus tempat paling mulia dalam ajaran Islam.

Kompleks Masjidil Haram dikelilingi oleh berbagai pintu yang masing-masing memiliki sejarah, nama, dan nilai budaya yang berbeda. Setiap pintu menjadi bagian penting dari perjalanan jamaah dalam melaksanakan ibadah di rumah Allah.

Dalam artikel ini, kita telah membahas berbagai pintu utama Masjidil Haram beserta nomor dan latar belakang penamaannya.

Mengingat nomor pintu tempat jamaah masuk sangat membantu agar lebih mudah menemukan jalan kembali, terutama setelah melakukan thawaf, sa’i, atau beribadah di area masjid yang sangat luas.

Dengan mengenal nama dan lokasi pintu-pintu Masjidil Haram, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, tertib, dan penuh kekhusyukan.


Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah UMRAH atau HAJI bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.

Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah dan Madinah AL-Munawarah

bersama Jana Madinah Wisata 🤍

🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H (⇐ klik)

🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH (⇐ klik), Mulai dari Rp 31,5 Juta

Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!

🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan September - January 2027 (⇐ klik)

🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya 

🕋 Paket Haji Plus (⇐ klik) dan Haji plus VIP (⇐ klik)

🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman

📍 Kuota terbatas

Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas! (⇐ klik)