Tahun baru Hijriah menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Apa yang telah berlalu tidak dapat diulang, namun masih ada kesempatan untuk memperbaikinya di masa depan.
Oleh karena itu, khutbah menyambut Tahun Baru Islam mengajak untuk merenung dan menata langkah menuju ke versi yang lebih baik. Berikut contoh teks khutbahnya.
Contoh Teks Khutbah Menyambut Tahun Baru Islam
Melansir dari laman resmi MUI dan buku Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriah karya Reyvan Maulid, berikut contoh khutbah menyambut Tahun Baru Islam.
1. Muhasabah Menyambut Tahun Baru Hijriah
اَلسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةاُللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ ذِي الطَّوْلِ وَالآلَاءِ، أَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَسَالَ مِنْ وَابِلِ الْعَطَاءِ، وَأَسْبَلَ مِنْ جَمِيْلِ الغِطَاءِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ حَكَمَ عَلٰى خَلْقِهِ بِالْمَوْتِ وَالْفَنَاءِ وَالْبَعْثِ إِلٰى دَارِ الْجَزَاءِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتِمُ الرُّسُلِ وَالأَنْبِيَاءِ، اَلشَّافِعُ المُشَفَّعُ يَوْمَ الْفَصْلِ وَالْقَضَاءِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محَمَّدٍ وَعَلٰى آلهِ الأَتْقِيَاءِ، وَصَحَابَتِهِ الأَوْفِيَاءِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ: اِتَّقُوْا اللّٰهَ؛ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكتَسَبٍ، وَطَاعَتَهُ أَعْلَى نَسَبٍ،
لَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ إِنِّيْ أُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى
Hadirin jemaah salat yang dirahmati Allah SWT.
Segala pujian terindah, segala pujaan tertinggi hanya layak dan pantas bagi Allah SWT, bukan untuk lainnya, kita memujinya atas semua karunia nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita hingga saat ini. Pujian atas hidayah iman dan Islam yang Allah langgengkan dalam diri kita sampai akhir hayat kelak, Insya Allah.
كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
"Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin."
Hidayah iman dan Islam kedua-duanya adalah harta termahal yang dimiliki seorang hamba Allah, keduanya adalah anugerah teragung yang Allah lesakkan dalam hati hamba-hamba. Karena tidak semua orang memperolehnya, dan tidak semua orang memilikinya, maka bersyukurlah jiwa-jiwa yang ditanamkan dalam hatinya iman sampai akhir hayatnya.
Hadirin jemaah yang berbahagia.
Waktu terasa begitu cepat berlalu, masa pun cepat berganti, sehingga pada hari ini kita sudah berada di awal tahun baru Hijriah tahun 1448.
Pergantian waktu adalah sunnatullah yang tidak bisa kita hindari, pergantian bulan dan tahun tinggal menunggu waktu yang bergulir, masa lalu adalah kenangan kita, masa sekarang adalah kenyataan dalam hidup kita. Sedangkan yang akan datang adalah harapan dan cita-cita yang telah dan sedang kita perjuangkan.
Di masa yang lalu segala pergulatan kita mengalami dan merasakan, kadang senang dengan segala capaian, tapi terkadang sedih karena kegagalan yang terus menerus menimpa kita. Kadang waktu seakan tidak bersahabat dengan sebagian keadaan kita, namun Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya:
وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ
"Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim." (QS Ali Imran: 140)
Ayat di atas menjadi peneguh diri kita, bahwa kita senantiasa harus terus berusaha dan berikhtiar untuk memperoleh yang kita harapkan, bukan urusan hasil dari usaha kita. Karena kalah dan menang, sukses dan gagal, bahagia dan nestapa bagi seorang muslim harus dipandang sebagai ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji kita semua, siapa diantara kita yang terbaik amalannya.
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
"Untuk menguji kalian, siapakah yang paling baik amalannya."
Hadirin yang berbahagia.
Pada setiap akhir tahun dan menjelang pergantian tahun serta menyambut tahun baru, sering kali ada yang menggunakan kesempatan itu untuk hal-hal yang justru mengarah kepada kemaksiatan kepada Allah SWT, hura-hura, foya-foya, gaya hidup hedonis, padahal seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi atas apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukannya.
Setiap kita seharusnya menimbang dan mengukur apakah masa lalu kita sudah lebih dominan untuk mengisi bekal akhirat kita atau sebaliknya,
Cobalah merenung sesaat melihat kembali yang telah terjadi setahun ini.
Apakah salat kita sudah lengkap atau masih banyak yang bolong-bolong?
Apakah salat kita sudah khusyuk?
Bagaimana dengan rukun dan syarat salat, apakah telah terpenuhi?
Berapa banyak kita telah mengkhatamkan Al-Qur'an?
Apakah bacaan Al-Qur'an kita sudah mengalami perbaikan?
Sudahkah kita mentadabburi isinya?
Sudahkah kita berupaya mengamalkannya?
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS al Hasyr: 18)
Melalui surat al Hasyr ayat 18 ini kita diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan setiap kita hendaklah melakukan introspeksi pada apa yang telah dilakukan, dan apa yang telah dikerjakan untuk besok atau masa depan kita.
Muhasabah dan introspeksi bermanfaat untuk perbaikan apa yang akan dilakukan di masa depan setelah kita mengetahui apa yang terjadi di masa lalu agar tidak terulang kesalahan dan kekeliruan atau kerugian yang telah terjadi di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR Al Hakim).
Hadirin jemaah yang berbahagia.
Perubahan waktu dan masa adalah sesuatu yang alami saja dan sudah menjadi sunnatullah, tapi yang penting bagi kita adalah bahwa setiap pergantian waktu haruslah menjadi momentum untuk perbaikan ke arah yang lebih baik lagi.
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
"Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan hak (yang benar). Dia menutupkan malam atas siang, menutupkan siang atas malam, serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Ketahuilah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahapengampun."
بَارَكَ اللّٰه لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْاهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
2. Keutamaan Muharram dan Puasa Tasua Asyura
اَلسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةاُللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ ذِي الطَّوْلِ وَالآلَاءِ، أَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَسَالَ مِنْ وَابِلِ الْعَطَاءِ، وَأَسْبَلَ مِنْ جَمِيْلِ الغِطَاءِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ حَكَمَ عَلٰى خَلْقِهِ بِالْمَوْتِ وَالْفَنَاءِ وَالْبَعْثِ إِلٰى دَارِ الْجَزَاءِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتِمُ الرُّسُلِ وَالأَنْبِيَاءِ، اَلشَّافِعُ المُشَفَّعُ يَوْمَ الْفَصْلِ وَالْقَضَاءِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محَمَّدٍ وَعَلٰى آلهِ الأَتْقِيَاءِ، وَصَحَابَتِهِ الأَوْفِيَاءِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ: اِتَّقُوْا اللّٰهَ؛ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكتَسَبٍ، وَطَاعَتَهُ أَعْلَى نَسَبٍ،
لَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ إِنِّيْ أُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى
Ma'asyiral Muslimin, jemaah rahimakumullah
Pada kesempatan ini, marilah senantiasa mengucap syukur atas segala nikmat sehat, iman, dan Islam. Hingga saat ini, masih diberi kesempatan melangkahkan kaki menuju masjid, merasakan ketenangan di rumah Allah yang saat ini kita tempati untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada setiap khutbah, khatib selalu berwasiat kepada jemaah sekalian, termasuk kepada diri sendiri, agar tetap teguh dan berkomitmen menjalankan segala perintah-Nya serta menahan diri dari larangan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk hamba yang bertakwa. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Ma'asyiral Muslimin, jemaah rahimakumullah
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa yang penuh kemuliaan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan, termasuk puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar. Salah satunya adalah puasa Asyura.
Hari Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Sementara salat paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim).
Ma'asyiral Muslimin, jemaah rahimakumullah
Selain puasa Asyura, terdapat puasa sunnah lain yaitu puasa Tasua. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Keduanya termasuk sunnah muakkad, sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Anjuran puasa Tasua dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
"Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, hari itu diagungkan oleh Yahudi. Maka Rasulullah SAW bersabda: Jika masih hidup tahun depan, kita akan berpuasa pada tanggal sembilan." Namun sebelum itu, Rasulullah SAW wafat. (HR. Muslim).
Ma'asyiral Muslimin, jemaah rahimakumullah
Puasa Tasua dan Asyura memiliki sejumlah keutamaan:
Pertama, termasuk puasa paling utama di bulan Muharram.
Kedua, termasuk amalan pada bulan mulia (Asyhurul hurum). Dari dua belas bulan Hijriah, terdapat empat bulan mulia, yaitu Muharram, Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa pada bulan-bulan tersebut:
"Puasalah pada bulan Sabar (Ramadan), tiga hari setelahnya, dan berpuasalah pada bulan-bulan mulia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Ketiga, puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda saat ditanya tentang puasa Asyura:
"Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
Keempat, puasa Muharram termasuk puasa paling utama. Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa Muharram sebagai awal tahun menjadi pembuka yang baik dengan amalan utama, yaitu puasa (dinukil oleh Jalaluddin as-Suyuthi).
Kelima, puasa Asyura membedakan umat Islam dari kaum Yahudi. Rasulullah SAW bersabda:
"Berpuasalah pada hari Asyura dan bedakan dengan Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya atau sesudahnya." (HR. Ahmad).
Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan berbagai keutamaan lain bagi orang yang berpuasa pada hari Asyura, seperti pahala besar dan keutamaan amal kebaikan lainnya.
Ma'asyiral Muslimin, jemaah rahimakumullah
Demikian khutbah singkat ini. Semoga momentum bulan Muharram menjadi awal yang baik untuk meningkatkan ibadah. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah puasa Tasua dan Asyura.
Semoga Allah SWT memberkahi niat baik dan langkah yang ditempuh menuju kebaikan. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!
