Jakarta — Malam 1 Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah. Penanggalan Islam ini bermula dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam.
Dalam menyambut datangnya tahun baru Islam, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan saleh, salah satunya dzikir. Meski ringan diucapkan, dzikir memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah SWT karena menjadi bentuk penghambaan sekaligus pengingat akan kebesaran-Nya.
Melalui dzikir, seorang Muslim memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, berharap keberkahan di tahun yang baru, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Allah SWT berfirman: Aku memperlakukan hamba-Ku sesuai prasangkanya kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di hadapan suatu kaum, Aku menyebutnya di hadapan kaum yang lebih baik dari mereka...”
(HR Bukhari dan Muslim)
Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, memperbanyak amal saleh pada bulan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu yang dimuliakan tersebut.
Meski tidak ada dzikir khusus yang diwajibkan secara sahih pada malam 1 Muharram, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta sholawat.
Berikut beberapa bacaan dzikir dan doa yang dapat diamalkan saat malam 1 Muharram:
1. Membaca Tasbih 10 Kali
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin:
Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.
Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
2. Membaca Sholawat 10 Kali
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin:
Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
3. Membaca Doa Sapu Jagat 10 Kali
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaabannaar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
4. Membaca Doa Sujud
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Latin:
Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bihaulihi wa quwwatihi fatabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin.
Artinya:
“Aku sujudkan wajahku kepada Dzat yang menciptakannya, membentuk rupanya, serta membuka pendengaran dan penglihatannya dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”
5. Doa Menyambut Tahun Baru Islam
Doa ini biasa dibaca setelah salat Magrib saat pergantian tahun Hijriah dari akhir Zulhijah menuju awal Muharram.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ... (dan seterusnya)
Artinya secara umum berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dari godaan setan, kekuatan melawan hawa nafsu, serta kemampuan untuk memperbanyak amal yang mendekatkan diri kepada-Nya sepanjang tahun yang baru.
Malam 1 Muharram menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Dengan memperbanyak dzikir dan doa, diharapkan tahun baru Hijriah menjadi awal yang lebih baik untuk meningkatkan iman, amal saleh, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas
