Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan praktik kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji masih menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi. Menurutnya, praktik tersebut bukan sekadar dugaan, melainkan fakta yang ditemukan di berbagai tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil saat menghadiri Rapat Kerja Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Jakarta, Rabu (9/7/2026).

"Saya sering menggunakan istilah ada kartel haji. Banyak yang marah ketika saya mengatakan itu. Tapi saya ingin tegaskan, kartel haji itu fakta. Hampir di semua lini penyelenggaraan haji ada praktik-praktik seperti itu," ujar Dahnil.

Menurutnya, praktik kartel tidak hanya berkaitan dengan persoalan bisnis layanan haji, tetapi juga menyangkut tata kelola penyelenggaraan yang berpotensi merugikan jemaah. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh agar penyelenggaraan ibadah haji semakin transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.

Pelakunya Justru Orang yang Paham Agama

Hal yang paling disayangkan, kata Dahnil, sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut justru berasal dari kalangan yang memahami ilmu agama bahkan dikenal masyarakat sebagai tokoh agama.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan besar karena kepercayaan masyarakat terhadap figur keagamaan sangat tinggi.

"Yang menyedihkan adalah pelaku kartel ini justru orang-orang yang paham agama. Mohon maaf, bisa saja ustaz, kiai, atau berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam," katanya.

Ia menegaskan, penyampaian tersebut bukan untuk menggeneralisasi seluruh tokoh agama maupun lembaga bimbingan haji, melainkan sebagai bentuk peringatan agar seluruh pihak bersama-sama menjaga marwah penyelenggaraan ibadah haji.

Kemenhaj Bentuk Direktorat Khusus Pengendalian

Sebagai langkah memperbaiki tata kelola, Kementerian Haji dan Umrah kini membentuk Direktorat Jenderal Pengendalian yang secara khusus bertugas melakukan pengawasan terhadap berbagai potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan haji.

Menurut Dahnil, direktorat tersebut diperkuat oleh personel yang memiliki pengalaman dalam bidang penegakan hukum dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Di Kementerian Haji sekarang ada Dirjen Pengendalian. Isinya teman-teman yang memiliki pengalaman di bidang pengawasan, termasuk yang pernah bertugas di KPK. Mereka fokus mengawasi praktik-praktik yang tidak sesuai dalam penyelenggaraan haji," jelasnya.

Melalui pengawasan tersebut, pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penyelenggara maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH/KBIHU) yang diduga melakukan pelanggaran selama musim haji.

Razia KBIH dan Dugaan Penipuan Badal serta Dam

Dalam kesempatan itu, Dahnil mengungkapkan pemerintah melakukan razia terhadap sejumlah KBIH yang diduga menjalankan praktik penipuan berkedok layanan ibadah.

Beberapa modus yang ditemukan antara lain layanan badal haji maupun dam yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi tetap memungut biaya dari jemaah.

"Kemarin kami cukup ketat. KBIH kami razia. Ada yang kami amankan karena melakukan praktik-praktik yang tidak sesuai," ungkapnya.

Menurut Dahnil, dari hasil pengawasan tersebut ditemukan dugaan transaksi dengan nilai yang sangat besar.

Ia menyebut ada penyelenggara yang berhasil mengumpulkan uang hingga puluhan miliar rupiah hanya dalam satu musim haji melalui praktik yang diduga tidak sesuai ketentuan.

"Ada yang mengumpulkan puluhan miliar. Ada yang ketika diamankan membawa sekitar Rp2 miliar, ada juga sekitar Rp1,4 miliar," katanya.

Pelaku Diamankan Setelah Kembali ke Indonesia

Karena sebagian dugaan pelanggaran terjadi di luar wilayah yurisdiksi Indonesia, petugas tidak dapat langsung melakukan proses hukum secara penuh di Arab Saudi.

Namun, pemerintah tetap melakukan pengamanan awal dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum Indonesia setelah para terduga pelaku tiba di Tanah Air.

"Begitu mereka mendarat di Indonesia, langsung diserahkan kepada kepolisian daerah masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Dahnil.

Sempat Menawarkan Uang kepada Petugas

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menceritakan salah satu pengalaman ketika petugas mengamankan seorang pengurus KBIH yang diduga membawa uang hasil praktik penipuan layanan dam.

Menurutnya, oknum tersebut bahkan sempat mencoba menyuap petugas agar kasusnya tidak diproses.

"Ada yang membawa sekitar Rp1,4 miliar. Saat diamankan, dia malah menawarkan kepada petugas, 'Pak, kita bagi dua saja.' Tapi tentu tetap kami amankan dan diproses sesuai aturan," ungkap Dahnil.

Tidak Semua KBIH Bermasalah

Meski mengungkap berbagai penyimpangan tersebut, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap seluruh KBIH melakukan pelanggaran.

Ia mengapresiasi banyak KBIH yang selama ini menjalankan fungsi pembimbingan ibadah secara profesional, amanah, dan mengutamakan pelayanan kepada jemaah.

Karena itu, pengawasan dilakukan untuk melindungi lembaga-lembaga yang bekerja dengan baik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara ibadah haji yang kredibel.

Haji Harus Menjadi Sarana Memperbaiki Peradaban

Di akhir penyampaiannya, Dahnil mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia sehingga tidak seharusnya dijadikan sarana mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan.

Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga integritas penyelenggaraan haji agar tetap berlandaskan nilai-nilai kejujuran, amanah, dan pelayanan kepada umat.

"Ini bukan sekadar persoalan administrasi atau bisnis. Ini soal peradaban dan keadaban. Ibadah haji seharusnya menjadi sarana memperbaiki akhlak, memperkuat kejujuran, dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat, bukan menjadi ruang untuk mencari keuntungan melalui praktik-praktik yang menyimpang," pungkasnya.


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!