Jemaah haji Indonesia diimbau untuk selalu membawa kartu rute bus selama beraktivitas di Makkah. Kartu tersebut menjadi perlengkapan penting selain layanan bus Shalawat gratis yang beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah menuju Masjidil Haram.


Kepala Bidang Transportasi Daker Makkah, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa setiap jemaah yang tiba di hotel akan menerima kunci kamar sekaligus kartu rute bus. Program ini sendiri telah diterapkan sejak tahun 2014.


Menurut Syarif, kartu rute wajib selalu dibawa, terutama saat bepergian ke Masjidil Haram. Jemaah disarankan menyimpannya di tas paspor agar mudah digunakan dan tidak tertinggal.

Fungsi utama kartu tersebut adalah sebagai panduan rute bus Shalawat yang harus digunakan jemaah. Dengan adanya kartu ini, jemaah dapat mengetahui jalur bus yang sesuai sehingga terhindar dari salah naik bus saat menuju atau kembali dari Masjidil Haram.


Selain membantu jemaah secara pribadi, kartu rute juga memudahkan sesama jemaah maupun petugas untuk saling mengingatkan apabila ada yang keliru memilih jalur bus.

Sementara itu, layanan bus Shalawat dipastikan gratis dan beroperasi selama 24 jam setiap hari. Namun khusus hari Jumat, jadwal operasional dapat berubah mengikuti kebijakan otoritas Masjidil Haram terkait pengaturan akses terminal.


Pada musim haji tahun ini, sebanyak 452 unit bus Shalawat disiapkan untuk melayani jemaah Indonesia melalui 21 rute di lima kawasan hotel jemaah di Makkah. Seluruh bus akan berhenti di Terminal Jiad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir hingga masa pemulangan jemaah ke Tanah Air.


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!